29 April 2009

Prajurit wajib cuci tangan!



A new military study reports that frequent hand-washing results in significantly fewer bouts of respiratory illnesses, which may soon have drill instructors barking at recruits to march, shoot, and scrub. The findings showed that military recruits who washed their hands at least five times a day for one year had 45% fewer bouts of respiratory illnesses, such as the cold, the flu, or pneumonia, compared with the year prior when handwashing was not actively encouraged. Everyone has millions of germs on their hands. Most of the bugs are harmless, but some can cause illnesses such as colds, flu, or diarrhea. Without proper hand-washing, these germs get a chance to enter the body and cause infections when people touch their eyes, mouth, nose, or skin cuts. So the regular sessions with soap and water make good sense for enlisted and civilian alike. "This work augments the growing literature assessing hand-washing outside of healthcare settings and evaluates such an intervention on the largest population described to date," conclude the research team headed by Margaret A.K. Ryan, MD, of the Naval Health Research Center in San Diego. Respiratory illnesses are the most common cause of lost time from military duty among young service people. Military personnel are at high-risk for respiratory illnesses for many reasons, including the close-contact training environment and the physical and psychological stress of military training.
In the past, researchers have tried many high-tech ways to curb the rate of respiratory illnesses among military recruits, including ultraviolet radiation and dust suppression. But few of these measures were successful.

Enter hand-washing.

Called Operation Stop Cough, the program encouraged handwashing and installed liquid soap dispensers at all sinks in training spaces. To arrive at their findings, Ryan and colleagues compared the rate of weekly respiratory illness among recruits in 1996 before handwashing was encouraged to rates occurring between 1997 and 1998 after the program was initiated. While it did cut the number of trips to the clinic for respiratory illnesses,handwashing did not affect the rate of hospitalization for more-severe respiratory illnesses, leading the researchers to speculate that handwashing may be most effective against less-virulent illnesses. Such vigilant hand-washing may be easier said than done, however, as about half of the participants said they encountered obstacles like time constraints and not enough sinks.

"Hand-washing is one of the main tools that we have at our disposal for prevention and control of infectious diseases," says Joel C.Gaydos, MD, MPH, the director of public health practices at the Department of Defense Global Emerging Infections Surveillance & Response Systems at Walter Reed Army Institute of Research in Silver Spring, Md. "It is at the core of what we consider infection control within medical facilities, but we may not be emphasizing as much as we used to because we don't see infectious diseases as the threat that we used to," he tells WebMD. Gaydos wrote an editorial that accompanies the new study. In general, he says, the attitude is that infectious diseases do occur, and even can be serious at times. But overall, they are under control. So prevention tools may be taken for granted, he says.

According to the American Society for Microbiology, people should wash their hands BEFORE they:

• Prepare or eat food;
• Treat a cut or wound;
• Tend to someone who's sick;
• Put in or take out contact lenses;
• Do any kind of activity that involves putting fingers in or near the mouth,
eyes, etc.

They should also wash their hands AFTER they:

• Use the bathroom;
• Handle uncooked foods, especially raw meat;
• Eat;
• Blow their nose, cough or sneeze;
• Handle garbage;
• Tend to someone who's sick;
• Change a diaper;
• Play with or touch a pet, especially reptiles and exotic animals.

Nah, bukan hanya di Taman Kanak-Kanak saja kita diajari cuci tangan, diklat militer pun sekarang mewajibkan siswa/pelajarnya untuk cuci tangan!

31 Maret 2009

LIMA ATURAN



Seorang lelaki berumur 92 tahun yang mempunyai selera tinggi, percaya diri, dan bangga akan dirinya sendiri, yang selalu berpakaian rapi setiap hari sejak jam 8 pagi, dengan rambutnya yang teratur rapi meskipun dia buta, masuk ke panti jompo hari ini.

Istrinya yang berumur 70 tahun baru-baru ini meninggal,
sehingga dia harus masuk ke panti jompo.

Setelah menunggu dengan sabar selama beberapa jam di lobi, dia tersenyum manis ketika diberi tahu bahwa kamarnya telah siap.

Ketika dia berjalan mengikuti penunjuk jalan ke elevator,
aku menggambarkan keadaan kamarnya yang kecil, termasuk gorden yang ada di jendela kamarnya.

Saya menyukainya, katanya dengan antusias seperti seorang anak kecil berumur 8 tahun yang baru saja mendapatkan seekor anjing.

Pak, Anda belum melihat kamarnya, tahan dulu perkataan tersebut.

Hal itu tidak ada hubungannya, dia menjawab.

Kebahagiaan adalah sesuatu yang kamu putuskan di awal. Apakah aku akan menyukai kamarku atau tidak,
tidak tergantung dari bagaimana perabotannya diatur
tapi bagaimana aku mengatur pikiranku.
Aku sudah memutuskan menyukainya. Itu adalah keputusan yg kubuat setiap pagi ketika aku bangun tidur. Aku punya sebuah pilihan; aku bisa menghabiskan waktu di tempat tidur menceritakan kesulitan-kesulitan yang terjadipadaku karena ada bagian tubuhnya yang tidak bisa berfungsi lagi, atau turun dari tempat tidur dan berterima kasih atas bagian-bagian yang masih berfungsi.

Setiap hari adalah hadiah, dan selama mataku terbuka,
aku akan memusatkan perhatian pada hari yang baru dan semua kenangan indah dan bahagia yang pernah kualami dan kusimpan. Hanya untuk kali ini dalam hidupku.

Umur yang sudah tua adalah seperti simpanan dibank.
Kita akan mengambil dari yang telah kita simpan.
Jadi, nasehatku padamu adalah untuk menyimpan sebanyak-banyaknya kebahagiaan di bank kenangan kita.
Terima kasih padamu yang telah mengisi bank kenanganku. Aku sedang menyimpannya.

*/Ingat-ingatlah lima aturan sederhana untuk menjadi bahagia:/*

*/ 1. Bebaskan hatimu dari rasa benci./*

*/ 2. Bebaskan pikiranmu dari segala kekuatiran./*

*/ 3. Hiduplah dengan sederhana./*

*/ 4. Berikan lebih banyak (give more)/*

*/ 5. Jangan terlalu banyak mengharap (expect less)/*

Berikan pesan ini kepada 7 orang selain aku.
Kamu akan menerima keajaiban besok.


(Terima kasih kepada Dr Daud Sidharta)

15 Februari 2009

Selamat Ulang Tahun Badiklat Dephan



Saya dan keluarga mengucapkan Selamat Ulang Tahun ke-23 Badiklat Dephan. Semoga Badiklat Dephan dapat mewujudkan visi dan misinya seta menjadi Satuan Kerja yang berprestasi dan membanggakan ! Semoga seluruh personel Badiklat dan keluarganya selalu dilimpahi rahmat dan hidayah oleh Allah Swt. Amiin!

27 Januari 2009

Gong Xi Fa Cai !




Mengucapkan Selamat Tahun Baru kepada semua pengunjung blog ini yang merayakannya! Konon, bagi yang mempercayainya, di Tahun Kerbau Tanah ini secara umum orang harus bekerja lebih keras untuk mencapai yang diinginkannya! Gong Xi Fa Cai! Gong Xi Fa Cai!

23 Januari 2009

Ada Tiga Blog Alumni Siswa Badiklat Yang Aktif


Lembaga pendidikan yang baik senantiasa memelihara komunikasi dengan alumninya, karena para alumni umumnya merasa mempunyai hubungan psikologis dengan lembaga tempat dia pernah belajar dan dengan teman-teman belajar mereka. Terlebih apabila Diklat yang diikutinya mereka anggap memberikan kesan yang mendalam, membanggakan, atau berpengaruh besar bagi kehidupan mereka. Sebaliknya, para mantan siswa pasti tidak akan ingin mengenang Diklat ataupun lembaganya yang mereka anggap tidak bermutu atau tidak patut dibanggakan. Jadi, ada hubungan langsung antara kualitas Diklat/Lemdiklat dengan perilaku alumninya. Bagaimana dengan Alumni Siswa Badiklat? Untuk mendapat jawaban yang akurat dan akademis mungkin masih perlu diadakan survey/riset. Namun untuk itu ada beberapa indikator yang dapat dilihat dari aktifitas keseharian para alumni. Antara lain adalah adanya beberapa komunitas alumni yang membangun blog mereka untuk berkomunikasi. Tentu ini merupakan indikasi positif yang patut disambut baik oleh lembaga, karena ternyata Alumni Badiklat masih "mengenang" diklat yang pernah diikutinya. Namun sejauh ini aktifitas bloging para alumni tersebut masih terbatas pada komunikasi antar siswa saja, karena sama sekali belum mendapat respon dari lembaga. Dalam pantauan saya setidaknya ada 3 (tiga) komunitas alumni Badiklat yang membangun blog dan cukup aktif dalam mengelolanya, yaitu komunitas Diklatpim III Dephan Angkatan VI/2008, Susprogrammer Angkatan II/2008 dan Suspimjemenhan Angkatan III/2008. Saya mengajak Anda semua untuk mengunjungi mereka! Salam!

22 Januari 2009

Anda Ingin Mengikuti Perkembangan Rekan-Rekan Kita di Lebanon?


Seperti kita ketahui bersama, saat ini ada 5 (lima) orang rekan kita warga Badiklat Dephan yang sedang bertugas mengikuti Misi Perdamaian PBB. Satu orang di Congo (Kapten Harto) dan empat orang di Lebanon (Letkol Sarsito, Kapten Andi Indarto, Kapten Krisna dan Kapten Haifal). Apabila Anda ingin mengikuti perkembangan pelaksanaan tugas dan pengalaman mereka, saya sarankan untuk mengunjungi blog Kapten Krisna atau blog Kapten Andi Indarto! (Konon blog tiga rekan yang lain sedang dalam proses penyelesaian, kita tunggu tanggal peluncurannya!)
Berikut ini petikan dari blog Kapten Krisna:
...... Meskipun di daerah penugasan, bukan berarti tahun baru berlalu begitu saja. Tetap saja sederhana, namun meriah. Nah, bingung kan, sederhana tapi meriah. Sederhana karena dilaksanakan dg peralatan minim, tempat yang sangat terbatas. Meriahnya, karena ada gitaris dari Pusdiklat Bahasa yang pada malam itu tampil sangat prima. Juga hadir Bapak DUBES, hebat kan?. Lagunya membuat histeris penonton, ada Bento (by Danki FPU), ada Sahara, Zakia, dsb. ........
Sedangkan di bawah ini petikan dari blog Kapten Andi Indarto:
..... Tahun baru di tanah Lebanon ternyata punya keasikan tersendiri… soalnya,tepat pergantian tahun salju turun dengan derasnya…ya lumayan juga sih buat foto-foto …itu baru sebagian kecil saja ….ada acara yg lebih heboh, tarian Lebanon dan jogednya orang Spanyol, ..... tapi itu…masih kalah heboh dengan tampilan artis Angklung Indonesia… namun ada yang paling seru ..... pak Mayor yang biasanya ngurusin masalah hukum ternyata hebat juga bisa makan semprong neon dan bohlam … tentu dong, kita harus bangga akan seni sendiri .....
Selamat mengikuti dan Salam !

03 Januari 2009

Selamat Tahun Baru - 1 Januari 2009 M



Mengucapkan Selamat Tahun Baru, 1 Januari 2009, kepada semua pengunjung setia blog ini, dengan harapan kiranya Tahun 2009 akan menjadi tahun yang lebih baik bagi kita semua! Semoga Allah menjadikan kita orang yang lebih baik dari sebelumnya, yaitu menjadi orang yang lebih pandai bersyukur atas segala karunia-Nya, semakin kuat keimanannya serta semakin meningkat ketaqwaannya. Amiin!

29 Desember 2008

Selamat Tahun Baru Jawa - 1 Sura 1942


Mengucapkan Selamat Tahun Baru Jawa kepada semua warga Jawa yang masih mengingat dan menggunakannya ! Semoga kita dapat melestarikan Budaya Jawa yang kita cintai di tengah kuatnya pengaruh kemajuan teknologi dan era globalisasi!

Selamat Tahun Baru Hijriah - 1 Muharam 1430 H


Mengucapkan Selamat Tahun Baru Hijriyah, 1 Muharam 1430 H, kepada seluruh pengunjung blog ini yang merayakannya! Semoga kita senantiasa dapat meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah Swt !

28 Desember 2008

Selamat Natal - 25 Desember 2008


Pada kesempatan ini saya mengucapkan Selamat Natal - 2008 kepada semua pengunjung blog ini yang merayakannya. Semoga semangat Natal turut menciptakan kehidupan yang semakin damai di bumi yang kita cintai ini !